Bersatu Bangkit Dan Tumbuh Bersama - CONEXNEWS.ID

Breaking

Definition List

Jumat, 29 Oktober 2021

Bersatu Bangkit Dan Tumbuh Bersama


 


 

 

 


 

Jakarta Conexnews.id-Seminar Kebangsaan Memperingati 93 Tahun Hari Sumpah Pemuda, melalui virtual, dalam bentuk Webinar Lintas Iman, Kamis, 28 Oktober 2021, dilaksanakan oleh Gus Sholeh,MZ diikuti peserta Masyarakat umum khususnya anggota Agama Cinta, dengan Tema "Bersatu, Bangkit dan Tumbuh Bersama" .

Acara dibuka M. Nurul Hikmah, S.Ag, Sekretaris Agama Cinta, dengan Doa Pembuka Habib Ja'far Shadiq,Sufi Musafir, Pastor Bernard Hutabarat Rohaniawan Kristen Hongkong, Bryna Meivitawanli, SE., B.Sc., MBA., Ph.D Pemudi Khonghucu. Selanjutnya peserta webinar bersama Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Dilanjutkan lagu Bangun Pemuda Pemudi Indonesia.

Sebagai Prakata Pelaksana oleh Gus Sholeh Mz, Koord Agama Cinta,Guru Spritual kebangsaan, Semangat sumpah pemuda hingga tempat rumah yang ditempati kongres Sumpah Pemuda itu adalah rumah kaum minoritas, diawali dengan lagu Indonesia raya hanya sebuah biola. Kejadian ini  menyampaikan makna Sumpah Pemuda  merupakan tonggak utama sejarah  kristalisasi semangat yang sudah mendirikan NKRI, dan Sejak 1959 negara menetapkan  28 Oktober  sebagai Hari Sumpah Pemuda, hari nasional yang bukan hari libur yang Diawali  Soegondo sebagai ketua kongres Pemuda II 27 Oktober 1928, memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pemuda tak Pernah luntur, diperkuat pencerahan dari M.Yamin yang berpendapat faktor yang memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan.

Terinspirasi lagu “Indonesia” karya Wage Rudolf Supratman, disepakati semangat kebersamaan  dikumandangkan keputusan Kongres II Pemuda pada tanggal 28 Oktober:

KESATOE, INDONESIA RAYA

KEDOEA, KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA,MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE,BANGSA INDONESIA.

KETIGA, KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA,MENDJOENDJOENG BAHASA PERSATOEAN,BAHASA INDONESIA.

Dikutip dari buku Mengenang Mahaputra Prof. Mr. H. Muhammad Yamin Pahlawan Nasional RI (2003). Rumusan benang Merah, tali persaudaran anak bangsa ditorehkan pahlawan Indonesia  dengan nama Sumpah Pemuda, yang berbunyi:

Pertama: Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia.
Kedua: Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia
Ketiga: Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia

Semangat bersatu dari Pendahulu bangsa, Bung Tomo, Bung Karno, kita apresiasi tanpa mengutamakan kelompok mayoritas, tapi mengutamakan kesatuan, merangkul seluruh golongan,  hendaklah ditanamkan kepada generasi milineal agar Jasmerah.

Lebih lanjut Dengan semangat membara, beliau penuh pandang dari sisi positip menyatukan berbagai riak, berbagai sudut pandang, berbagi perbedaan politik, yang digoreng kelompok tertentu, sebagai bukti kekuatan Sumpah Pemuda menjadi kita bangsa yang satu dalam bingkai NKRI.

Adapun kata Sambutan disampaikan DR. Moh. Arif, MA,Koord GUSDURian Nganjuk Corp Provost BANSER Nasional Adv. Henny Handayani, SH., MH, Ketua Umum Garda Muda Nawacita, menyampaikan pesan kesunguhan jiwa batin, spirit bersatu dari semua kelompok, tetap kosisten, berkomitment bersatu tanpa menghilangkan perbedaan.


Melihat  Inspirasi Sumpah Pemuda mampu membawa energi positif yang menyatukan persaingan dan perbedaan, tidak harus membuat kita melupakan adanya masalah-masalah bersama, kepentingan-kepentingan bersama, maupun tujuan-tujuan bersama. Yang semuanya bisa kita selesaikan dengan cara bersatu dan bekerja sama. Bersatu dan bekerja sama adalah kunci untuk mencapai Indonesia maju.

Kiprah agama Cinta yang mulia saling berbagi lintas agama, menarik para Pemuda agar Konsisten, semangat belajar, dan semanagat sprituil, sebagai kekuatan Moral.

Semangat ini harus terus tetap dikembangkan...

Dari sambutan Henny Sdri kaum muda mengharapkan agar generasi Milenial tetap rela melihat perbedaan jadi bunga bunga kehidupan bagi Indonesia, yang tetap memiliki kesempatan yang sama mengeluarkan dan sumbangsih mengharumkan negara.

setelah photo Bersama , Acara pesan dan kesan dari lintas agama, dan untuk mengatur  laju pembicaraan dipandu  oleh  Moderator Webinar Fredi Moses Ulemlem, SH., MH,Advokat,  Alumni GMNI.

Nara Sumber yang pertama menyampaikan, nilai sumpah Pemuda materi juga disampaikan Totok Tejamano, S.Ag, M.Hum, Lembaga Pengurus Daerah Persatuan Umat Buddha Indonesia (PD Permabudhi) D.I.Yogyakarta Wakil Ketua Bidang Hubungan Lintas Iman menyampaikan tantangan sumpah pemuda, masa lalu dengan masa sekarang ada kesamaan kendala diselesaikan, merasa paling berjasa untuk membebaskan diri dari penjajahan, dan kini gerkan penjajahan itu yang gerakan nya tidak dapat kelihatan walaupun terasa di deteksi. Berdasarkan idiologi Pancasila harus diaktualisasikan agar mampu menjaga Negara. Kita wajib memuji dan mencontohkan anak bangsa yang bekerja untuk kehidupan orang banyak., harapan kepada setiap anak dan tokoh bangsa tetap bermain dalam irama kebersamaan.

Dr (C) H. Amsori Ahmad, SH, MH, MM Wakil Ketua LPBH PBNU, yang menegaskan bahwa persatuan sudah selesai tapi beban kita sekarang memelihara ayat ayat suci konstitusi kita yang dirongrong oleh kelompok lain, kelompok yang didekati negara asing agar konstitusi kita dianggap lemah.

Selanjutnya materi dari Bryna Meivitawanli, S.E., B.Sc., MBA, Ph.D,Pemudi Khonghucu Indonesia kesatuan itu berjalan beriring dalam kesucian sesuai kebenran yang kita pahami, tanpa musti kita masalahkan walau beda jalur.

Dari butir butir sumpah Pemuda, Melalui Bahasa mampu mempersatukan anak bangsa,  bangga akan bahasa Indonesia menggetarkan jiwa bagi kita pada saat kita yang malang melintang ke dunia International.

Bung Karno mengungkapkan, kalau saat ini kami memiki musuh yang jelas, tapi kelak kalian berhadapan musush yang tidak jelas berasal dari bangsa ini sendiri, tapi Sumpah pemuda ini menjadi kekuatan dan sumber semangat Pemuda untuk berkemestian tetap jadi Bangsa yang satu yaitu Bangsa Indonesia.

Materi yang disungguhkan oleh Martin Sembiring, M.T, Konselor Keluarga Keuskupan Agung Medan diawali kenangan Narasi  93 tahun lalu ketika para pemuda dari seluruh penjuru Nusantara memutuskan melepaskan segala atribut dan kepentingan golongan, demi mempersatukan dan mengubah nasib negeri , berani berkolaborasi, menyisihkan perbedaan yang beragam suku, agama, dan bahasa daerah untuk bersumpah menjadi Indonesia yang satu. Bersatu, “Bangkit dan Tumbuh Bersama”

Sumpah Pemuda dimulai “Musyawarah untuk bersatu” (Arih ersada= makna musyawarah kepastian satu pendapat yang terbaik, kalau bukan sepakat utk bersatu dgn Pendapat terbaik untuk apa musyawarah ) dimaknai buah Doa dan ucapan Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang berujud momentum bersatunya para pemuda bergerak bersama dan berjuang menuju Indonesia merdeka yang Jaya dan berkibar selamanya. Satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa. Bhineka Tunggal Ika. Semangat Sumpah Pemuda berkemestian terus menyala, Meningkatkan SDM khususnya AQ (adaptif) anak bangsa yang berpegang teguh pada budaya kearifan Lokal, sebagai Etika untuk melintasi alam arus besar globalisasi, menjalani Era Digitalisasi, menyambut Pemanfaatan energi terbarukan, berujud  persaingan yang sengit antar-negara dan juga antar-individu (Peningkatan Skill Vokasi).

Inspirasi Sumpah Pemuda melahirkan manusia Indonesia “ *Penuh akal dan Kerja keras* (PakJaras)”, guna Untuk mewujudkan Indonesia yang satu, bekerjasama membangun Indonesia secara adil dan merata. Meneruskan Misi yang dilakukan Presiden Ke-7 Membangun Indonesia sentris dari pinggiran, dari desa, dari pulau terdepan hingga perbatasan.

Rakyat yang berani akan selalu “Penuh akal dan Kerja keras”( *PakJaras* ), mengawal dan merawat pembangunan infrastruktur yang memudahkan konektivitas antarwilayah, antarpulau, untuk mensatukan Indonesia. pembangunan yang merata dan berkeadilan, hingga masyarakat Papua, masyarakat Aceh, dan masyarakat Indonesia di berbagai wilayah merasa menjadi bagian dari Indonesia, merasa memiliki Indonesia, serta ikut berkontribusi untuk memajukan Indonesia.

Alangkah baiknya Sumpah Pemuda ini kita petik menyadari satu “chalenges” kompetisi era ini dapat berujung pada upaya saling mengalahkan, saling menghancurkan ( sisi  energi negatif Shifting very fast, Bank Digital), yang harus kita menangkan sesuai Jati Moral berlandaskan Pancasila. Alangkah baiknya Kemendikbud-Ristek berkemestian untuk memahami makna Sumpah Pemuda, dan Melalui webinar ini kita sampaikan salam Pancasila untuk Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Bp *Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D*, mengenai perubahan misi sekolah Vokasi Politeknik dari 6 Smester, kini berubah jadi 6 Caturwulan, untuk D3, dan Direktur Jenderal Kebudayaan *Hilmar Farid, Ph.D*, tentang Upgrade Dosen Etika dan Kearifan Budaya lokal, agar Kolaborasi antara dua Dirjend ini dengan kemenparekraf, menempah dan melahirkan praktisi Vokasi Budaya kearifan Lokal.

Kepada Pelaksana Webinar dan Guru Spiritual Bangsa serta semua Nara sumber dan Peserta webinar, Izinkanlah menyampaikan Pesan Homili Katolik hari ini:

>Kita bukan lagi orang asing dan pendatang tapi sumpah pemuda merubah diri kita sebagai batu penjuru, landasan untuk  tumbuhlah seluruh bangunan, yang rapih tersusun, sebagai Rumah Pancasila bagi Rakyat Indonesia.

>Kita semua berharap apapun yang menjadi keputusan atau pilihan Bangsa kita akan membahagiakan bangsa kita sendiri maupun Bangsa lain, yang sakit disembuhkan, yang kecewa dipuaskan, yang sedih dibahagiakan, yang miskin diperkaya, agar kita *Bersatu, Bangkit dan Tumbuh Bersama* mengawal dan menjaga Indonesia Jaya. (PakJaras)




Untuk materi dari Ida Made Sugita, Rohaniawan Hindu, Kementerian Agama DKI Jakarta, saling melengkapi, saling menyempunakan antar golongan, kelompok, ujud dari sumpah pemuda. Kita tetap saling bergandengan tangan, tetap mampu membersihkan kegoan diri dan kelompok tapi mengutamakan kepentingan Bangsa. Dengan demikian akan terwujud pemuda yang berkarakter dan berperibadian Pancasila sebagi ujud Sumpah Pemuda.

Pencerahan juga disampaikan Pdt Bernard Hutabarat, Rohaniawan Kristen di Hongkong, Ketua GK Center Hongkong, menyampaikan kewarasan dan kedewasaan yang hidup tahun 2021, mampu memandang  kedepan melalui Energi Sumpah Pemuda, mampu kelompok kedepan Perubahan Global didepan mata, dengan mengutamakan agenda Misi bangsa indonesia. Kita memiliki dasar yang kuat mendunia mencahayakan budaya bangsa kita keseluruh dunia, berbeda itu indah kalau bersatu, habitat majemuk, kebhinekaan harus kita perkuat membawa keindahan indonesia, keswastaan  ke Dunia.

Spirit nasional, akan mampu melahirkan Pemikiran keutamaan kemanusian, agar masuk level lebih tinggi ke indonesian dalam teknologi, untuk memperkuat nilai kebangsaan.

Membangun Ke Indonesiaan berarti mampu melahirkan kedamaian didunia, walaupun tak lupa neraka dan surga di akhirat kelak yang tak perlu jadi keutamaan kita. Tapi Nyata Dunia Plural hingga toleransi menjadi cara pikir dasar kita, Berkah luar biasa yang diterima bangsa kita sangat terasa saat Presiden mampu merekat anak bangsa membawa negra kita dihormati sebagai presiden G.20.

Bangga dengan pedoman ormas NU yang meluruskan Agama dan Negara itu jadi keutamakan anak bangsa, hingga mampu mengatakan Pancasila jadi idiologi anak bangsa untuk bernegara.

Kita mampu melakukan revolusi duplikasi tokoh bangsa kepada anak bangsa untuk meraih teknologi seperti bangsa jepang tanpa mengabaikan budaya.

Pada acara Tanya Jawab Peserta dan Narasumber, diawali Chandra Iskandar : konflik antar umat  dtanggapi oleh Konselor Martin Sembiring,M.T terjadi akibat kurang memahami kesucian agama yang lain., dan ditambahi Pdt Bernard Hutabarat, meperlakukan orang lain dengan tidak semena-mena terhadap orang lain, tapi mari saling mematuhi kehormatan bagi segala aturan yang dibuat negara. Kemestian kita menjungjung tinggi KeIndonesian, nasional kita dengan menhoramti perundang undangan yang humanis berkeadilan berbuah damai.

Dan Manik DPD GSPI bengkulu, ranah agama yang dibawa keranah negara, terjadi prokontra, tidak dapat fasilitas KTP, KK rakyat kecil yang bermasalah, tak kunjung usai. Maka saya himbauan untuk tetap merangkul pemuda Indonesia, bersatu saling membantu lintas

Bang Meydi, salam sumpah pemuda dicetuskan oleh utusan dari Papua khususnya dari serui, yang merupakan emberio NKRI. Apakah studi banding masih dibutuhkan ke luar negeri, ditanggapi Bryna Meivitawanli, S.E., B.Sc., MBA, Ph.D, adalah merupakan Kebutuhan untuk antisispasi Chalengges Era Global.

H.Antonius dari Jakarta menyampaikan Rasa Bangga para Pemuda Era lalu, tetap digelorakan , diaktulisasikan , agar nilai perjuangan Para Pemuda tetap terjaga jadi jati bangsa.

DR. Moh. Arif, MA,Koord GUSDURian, generasi moderasi, akan lahir seperti Gus Sholeh MZ, hingga lebih banyak GUSDURian, yang mampu menangkal Virus dari luar , dan bangsa kita ini terimunisasi selalu setia menjungjung tinggi Toleransi berdasarkan Falsafah bangsa kita. Kita menyadari bangsa kita sudah jadi contoh bangsa lain memnyatukan berbagi suku bangsa.

Untuk Closing Statement Narasumber, disampaikan Inspirasi Thema kita ” Bersatu, Bangkit dan Tumbuh Bersama”  melahirkan Upaya-upaya  “penuh akal”  menjaga persatuan harus terus dilakukan, merawat ke-Indonesiaan, dengan semangat solidaritas dan rasa persaudaraan, Kerja Keras dengan Tolreransi  hingga tidak ada Jawa, tidak ada Sumatera, tidak ada Kalimantan, tidak ada Bali, tidak ada Sulawesi, tidak ada Papua, yang ada adalah saudara sebangsa dan setanah air. Persatuan berarti menghargai perbedaan demi keutuhan dan kedaulatan NKRI.  Dilanjutkan Pdt Bernard Hutabarat , mari kita gelorakan keswastaan, dan keindonesian yang sungguh luar biasa, kita membuka mata sumpah pemuda diaktualisasikan sesuai era kebutuhan Negara.

Acara Webinar diakhiri Doa Penutup, yang Diwakili Martin Sembiring, MT, Totok Tejomano, S.Ag,  M.Hum, dan Ida Made Sugita. Dan membaca Notulen oleh Martin Sembiring.

Pelaksana Webinar Lintas Agama Gus Sholeh Mz, Koord Agama Cinta, mengucapkan  Terima Kasih kepada Narasumber dan Peserta, hingga acara diakhiri  Puisi Untuk Pemuda, oleh Habib Ja'far Shadiq, Guru Spritual Kebangsaan dan Menyanyikan lagu Padamu Negeri.
Penulis:Martin.ST

Tim/Red