Tragis Satu Keluarga Di Ponorogo Tinggal Di Rumah Tidak Layak Huni Tanpa Pintu - CONEXNEWS.ID

Breaking

Definition List

Rabu, 01 Desember 2021

Tragis Satu Keluarga Di Ponorogo Tinggal Di Rumah Tidak Layak Huni Tanpa Pintu


 



 



Ponorogo Conexnews.id-Rumah Layak Huni menjadi impian bagi semua orang. Termasuk Rusni, warga kampung Dukuh Tengah  RT 01 RW 01 Desa Pengkol Kecamatan Kauman  Kabupaten Ponorogo.

 

 Di usia senjanya yang kini telah mencapai 61 tahun, Rusni tinggal di sebuah rumah yang tidak layak huni, bersama 3 Orang anggota Keluarga  istri dan 2 anak ,1 laki dan perempuan ,mirisnya salah satu anak laki sedang mengidap Penyakit tekanan mental (depresi berat),sejak lulus dari salah satu SMK di Ponorogo.,Sebut saja Soleh (bukan nama asli ) Hampir 2 tahun Soleh mengalami depresi berat , dan belom pernah mendapatkan tindakan medis untuk penyakitnya, Rusni hanya  Pasrah dengan membawa anaknya berobat ke tempat pengobatan alternatif.

Kondisi rumah yang ia tempati sangat mengkhawatirkan, rumah dengan  ukuran kurang lebih 6 x 5 m  yang kondisinya sangat mengenaskan , rumah tersebut dinding mau roboh, dan berlantaikan tanah . mirisnya lagi untuk pintu belakang rumah tidak ada alias blong ke pekarangan yang sewaktu waktu bahaya mengancam dari luar , misal Ular dan binatang berbahaya lainnya,yang menambah geleng geleng kepala letak rumah Rusni cuman berjarak kurang lebih 200 m dari balai desa Pengkol,  dinding dan atap rumah bahkan hampir mau roboh kalau tidak di kasih penyangga dari  luar bangunan.

Rusni mengatakan  Selasa (31/11/2021 ahit) Tentang awal mula anak laki nya sakit Depresi,penyakit  Soleh di derita  sejak ia lulus sekolah dari SMK, awal kejadiannya saat mendengar 2 temennya sekolahnya meninggal akibat lakalantas di ponorogo ,kondisi Soleh Mentalnya terganggu, untuk pengobatan Soleh ,saya hanya bawa berobat ke pengobatan alternatif,  walaupun punya  KIS tidak saya pergunakan untuk jalur pengobatan  medis,seumpama di bawa ke RSJ Solo untuk ongkos kesana ke mari  tidak punya ,tuturnya  sambil Pasrah.

Kepala Desa Pengkol, Sunoto mengaku dirinya juga sangat prihatin atas kondisi rumah  Rusdi .Menurutnya, dana desa tidak cukup untuk menopang biaya perbaikan rumah warga.Maka dirinya juga berjanji mengajukan progam bedah rumah melalui instansi terkait.

"Kami terus berupaya mencari solusi agar pak Rusni segera mendapatkan bantuan bedah rumah. Jika ada warga yang perekonomiannya baik, bisa membantu ya diterima, atau donatur dari siapa pun kami terima," katanya.


"Selain itu kita harap semoga saja ada yang tergerak membantu beliau, untuk kebutuhan dan pengobatan anak beliau. Semoga bisa sehat kembali  seperti sedia kala," harapnya (ahit)

.