Ngawi Conexnews.id // Pos Gizi (Balita) adalah satu upaya yang dilakukan di Posyandu Balita agar angka stunting pada anak-anak di Indonesia terutama di daerah-daerah bisa semakin menurun dengan memberikan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) kepada Balita yang masuk dalam kategori gizi buruk.
Senin ( 11 /05/2026 )
Bagaimana mengetahui Balita masuk dalam kategori gizi buruk ? Gejala gizi buruk yang tampak adalah: Pucat, kurus, perut cembung, dan kehilangan massa otot pada keempat anggota geraknya. Anak terlihat sering gelisah. Terjadi gangguan pertumbuhan meliputi berat badan dan tinggi badan dengan melakukan penimbangan dan pengukuran tinggi badan balita.
Balita dengan gizi yang buruk sangat dikhawatirkan bisa masuk dalam kategori “STUNTING”.Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah 5 tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya.
Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan pada masa awal setelah bayi lahir akan tetapi, kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia 2 tahun.Pemerintah masih terus berusaha untuk membuat Program penanggulangan Balita Gizi Buruk dan Balita Stunting sehingga harus ada kerjasama antara Puskesmas dengan Pemerintah Desa dan juga Masyarakat.
Salah satu program yang rutin dilaksanakan dalam penanganan dan penanggulangan Balita Gizi Buruk dan Stunting adalah Pos Gizi.
Kegiatan Pos Gizi dilaksanakan di Desa Karangtengah Prandon Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi. Untuk kegiatan pos gizi ini dilaksanakan selama 12 hari . Dalam kegiatan pos gizi kali ini jumlah balita yang mengikuti adalah 20 balita.
Pada kegiatan ini Kader Posyandu Desa Karangtengah Prandon dan Bidan Desa selalu hadir memberikan pendampingan saat Balita yang didampingi oleh orang tua masing-masing berkumpul untuk mendapatkan materi pengarahan untuk anak-anaknya agar segera teratasi permasalahan yang dialami di masa pertumbuhannya ini selagi belum terlambat. Karena selain untuk menanggulangi gizi buruk juga untuk penanganan stunting.
Katimin selaku Kepala Desa Karangtengah Prandon juga ikut membuka kegiatan Pos Gizi ini. Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini terkait seputar kesehatan dan tumbuh kembang balita.
Kepala Desa Karangtengah Prandon Katimin , saat ditemui di kantornya, menjelaskan bahwa Tujuan dari kegiatan ini adalah agar Desa Karangtengah Prandon bebas Balita Gizi Buruk dan bebas Stunting.
Lebih lanjut, “Karena selain pemberian PMT, dalam kegiatan ini juga disampaikan tentang gizi dan kesehatan tumbuh kembang anak kepada orang tua balita peserta pos gizi”, pungkas kades.
(tguh Conex)



