Seuweu Siwi Terah Sumedang Larang Maju di Pileg DPRD Kabupaten Sumedang Thn 2024 - CONEXNEWS.ID

Breaking

Definition List

Selasa, 03 Oktober 2023

Seuweu Siwi Terah Sumedang Larang Maju di Pileg DPRD Kabupaten Sumedang Thn 2024





Sekilas tentang sejarah Sumedang.

Kerajaan Tembong Agung didirikan oleh Prabu Guru Aji Putih pada tahun 678 M di Citembong girang sekarang kecamatan Ganeas kemudian pindah ke desa Leuwi hideung sekarang kecamatan Darmaraja. Prabu Guru Aji Putih putra Ratu Komara keturunan Aria Bima Raksa yang dikenal dengan Ki Balangantrang keturunan Wretikandayun pendiri kerajaan Galuh.


Pada tahun 721 M, putranya yang pertama diangkat menjadi pamangku Kerajaan Tembong Agung yaitu : Batara Kusuma/Batara Tuntang Buana dan setelah naik tahta bergelar Prabu Tajimalela. Pada tahun 778 M tahta kerajaan digantikan putranya Prabu Lembu Agung kemudian pada tahun 893 M digatikan oleh adiknya Prabu Gajah Agung dan dibawah kekuasaannya Tembong Agung berganti nama menjadi Kerajaan Sumedang Larang, dan dikenal juga dengan sebutan " Himbar Buana "

Seterusnya pada tahun 998 M Prabu Pagulingan ( Sunan Guling ) naik tahta menjadi Raja Sumedang Larang yang keempat menggantikan ayahandanya.


Dari Prabu Pagulingan ( Sunan Guling ) mempunyai 3 orang putra yaitu : 1. Tirta Kusuma ( Sunan Tuakan )

                      2. Jayadinata

                      3. Kusuma Jayaningrat.

Sunan Tuakan mempunyai 3 orang putri yaitu :

1. Ratu Ratnasih alias Rajamantri yang diperisteri oleh Sri Baduga Maharaja Jaya Dewata yang lebih dikenal dengan nama Prabu

Siliwangi Raja Padjadjaran.

2. Ratu Sintawati alias Ratu Patuakan

3. Sari Kencana yang diperisteri oleh Prabu Liman Sanjaya  keturunan Prabu Jaya Dewata


Dari Ratu Sintawati ( Ratu Patuakan ) yang menikah dengan Sunan Corenda ( Raja Talaga ) putra dari Ratu Simbar Kencana dari Kusumalaya putra Dewa Niskala ( penguasa Kerajaan Galuh ) dan dari pernikahan ini mempunyai seorang putri bernama Satyasih ( Ratu Inten Dewata ) yang dikemudian hari menjadi penguasa kerajaan Sumedang Larang dan bergelar Ratu Pucuk Umun.

 

Ratu Inten Dewata ( Ratu Pucuk Umun ) diperisteri oleh Pangeran Santri keturunan Syekh Datuk Kahfi / Syekh Nurjati, dan Pangeran Santri adalah murid Sunan Gunung Jati. Pada tanggal 21 Oktober 1530 M, Pangeran Santri menggantikan posisi isterinya Ratu Pucuk Umun sebagai penguasa dan dinobatkan sebagai Raja Sumedang Larang dengan gelar Pangeran Kusumadinata.

Dari pernikahan Pangeran Santri dan Ratu Inten Dewata mempunyai anak pertama yaitu Pangeran Angkawijaya yang kelak setelah menjadi penguasa kerajaan Sumedang Larang bergelar Prabu Geusan Ulun.

 

Pada tanggal 22 April 1578 M, Pangeran Santri ( Pangeran Kusumadinata I ) di Kutamaya menerima 4 kandaga lante yaitu: Sanghyang Hawu ( Jaya Perkosa ), Batara Dipati Wiradijaya ( Nanganan ), Sanghyang Kondang Hapa dan Batara Pancar Buana ( Terong Peot ) dengan membawa pusaka Padjadjaran ( Bino kasih ) dan alas prabon untuk diserahkan kepada penguasa Sumedang Larang untuk melanjutkan dan sebagai penerus kerajaan Padjadjaran yang telah runtuh yang pada saat itu Pangeran Angkawijaya ( Pangeran Kusumadinata ll ) sebagai raja Sumedang Larang dan bergelar Prabu Geusan Ulun.


Hal ini sebagaimana tertuang dan dikemukakan dalam Pustaka Kertabumi yang berbunyi : " Geusan Ulun nyakrawarti Mandala Ning Padjadjaran kangwus pralaya, ya ta simz, ing bhumi Parahyangan ikang kedatwan Ratu Sumedang haneng Kutamaya ri Sumedang Mandala " ( Geusan Ulun memerintah sebagai penerus kerajaan Padjadjaran yang telah runtuh sirna dibumi Parahyangan ).


Menurut sumber dan informasi data yang diperoleh media ust Aceng Suparman S.ag adalah trah seuweu siwi keturunan Prabu Geusan Ulun dari Dalem Adipati Tanubaya ( Sawah Dadap / Parakan Muncang ) 

          Minggu 1 September 2023 media berbincang santai dirumahnya kp Sawah lega, Cimanggung. Pada awalnya tak terbersit sekecil apapun dalam benaknya untuk maju sebagai calon legislatif DPRD di kabupaten Sumedang, namun atas dorongan masyarakat , para inohong, para ulama se kabupaten Sumedang serta para pinisepuh katanya sudah waktunya untuk membangun Sumedang.

          Dengan memakai kendaraan politik partai PKB dan mengantongi no urut 7, ust Aceng Suparman S.ag sangat siap maju di PiLeg DPRD 2024 kabupaten Sumedang dengan visi dan misinya untuk membangun Sumedang yang lebih maju, merealisasikan aspirasi masyarakat dan untuk kemaslahatan umat.

          Beliau ini yang sehari harinya sebagai Da'i dan penceramah mengatakan, bukan hanya slogan saja " Sumedang tandang nyandang kahayang " , tapi harus dibuktikan dengan karya nyata, tandasnya mantap mengakhiri perbincangan dengan media.