Magetan conexnews.id — Beberapa hari terakhir, banyak warga Kabupaten Magetan mengeluhkan udara malam yang masih terasa panas dan sumuk, suhu di waktu siang paling tinggi di Lanud Iswahjudi mencapai 38 derajat Celcius meskipun matahari sudah terbenam. Kondisi ini membuat sebagian besar warga kesulitan untuk beristirahat dan tidur nyenyak di malam hari.
Pengamat Meteorologi dan Geofisika Madya Stasiun Geofisika Nganjuk, Setiyaris, menjelaskan ada tiga penyebab utama fenomena tersebut. Pertama, kelembapan udara yang tinggi sehingga keringat di tubuh manusia sulit menguap, sehingga sensasi panas tetap terasa. Kedua, banyak permukaan seperti aspal jalan, dinding bangunan, dan atap rumah menyerap panas saat siang hari lalu melepaskannya secara perlahan di malam hari. Ketiga, sirkulasi angin yang minim sehingga udara tidak bisa berganti dengan cepat.
“Kalau kelembapan tinggi, tubuh tidak bisa mendingin dengan sendirinya, jadi meskipun hari sudah gelap kita masih merasa gerah,” ujar Setiyowati
Pihak BMKG juga memberikan saran praktis bagi warga: memakai pakaian tipis yang mudah menyerap keringat, membuka jendela atau menyalakan kipas agar sirkulasi udara kamar berjalan lancar, serta memperbanyak minum air putih agar tubuh tetap terhidrasi.
Pihak BMKG juga memberikan saran praktis bagi warga: memakai pakaian tipis yang mudah menyerap keringat, membuka jendela atau menyalakan kipas agar sirkulasi udara kamar berjalan lancar, serta memperbanyak minum air putih agar tubuh tetap terhidar
(conexnews.id


